13 Mei 2026. Presiden Prabowo berdiri di depan tumpukan uang setinggi badan: Rp10,27 triliun.
Sumber: Project Multatuli, Jaring.id, Suara.com, Independen.id (Juni 2026)
#BadanUsahaMiliterNegara
5,9 juta hektare diambil alih atas nama hutan. 4,1 juta di antaranya diserahkan ke satu BUMN sawit.
Klaim Satgas PKH per 13 Mei 2026. Pemerintah tidak merinci sebarannya per provinsi.
13 Mei 2026. Presiden Prabowo berdiri di depan tumpukan uang setinggi badan: Rp10,27 triliun.
Sumber: Project Multatuli, Jaring.id, Suara.com, Independen.id (Juni 2026)
Ini keempat kalinya sejak Februari 2025. Totalnya diklaim sekitar Rp40 triliun.
Sumber: Project Multatuli; Jaring.id
Pada hari yang sama, Satgas PKH mengumumkan "penguasaan kembali" 5,9 juta hektare kawasan hutan.
Sumber: Project Multatuli
Kira-kira sepuluh kali luas Pulau Bali. Lahan siapa, dan kini milik siapa?
Sumber: BPS (luas Bali)
Tiga pekan sebelum sitaan pertama, Menteri Kehutanan meneken satu daftar: Kepmenhut 36/2025, 6 Februari 2025.
Sumber: Kepmenhut 36/2025
Isinya 436 entri kebun sawit di kawasan hutan, total 1,13 juta hektare. Diktumnya tegas: daftar ini "bahan masukan" untuk Satgas.
Sumber: Kepmenhut 36/2025, Diktum KEDUA
Sebagian besar justru sedang mengurus legalisasi.
Sekitar 790 ribu hektare berstatus "berproses" lewat Pasal 110A UU Cipta Kerja. Hanya 317 ribu hektare yang ditolak.
Sumber: Kepmenhut 36/2025, Diktum KETIGA & KEEMPAT
Hampir 80 persen ada di Kalimantan Tengah, bukan di Riau yang lebih sering diberitakan.
Sumber: Olahan data Kepmenhut 36/2025
Nama-nama besar ada di sini: Best Agro, Sinarmas, Musim Mas, Wilmar, Salim.
Sumber: Olahan data Kepmenhut 36/2025
Bulan berikutnya, target resmi Satgas dirilis: 1,32 juta hektare. Angkanya masih sebanding dengan daftar.
Sumber: Pengarahan Ketua Pelaksana Satgas PKH, 11 Maret 2025
Juni 2025, Kejaksaan mengumumkan 1,01 juta hektare sudah dikuasai kembali. Angkanya mendekati target.
Sumber: Laman Kejaksaan Agung, Juni 2025
Mei 2026: 5,9 juta hektare. Empat setengah kali target awal. Lima kali isi daftar resmi.
Sumber: Project Multatuli; target per provinsi Satgas PKH (11 Maret 2025)
Dari mana sisa 4,6 juta hektare? Pemerintah tidak pernah merincinya. Angka ini tidak dapat ditelusuri dari dokumen publik.
Sumber: Selisih klaim 13 Mei 2026 dan target 11 Maret 2025
Berita sitaan yang bisa kami lacak hanya mencatat sekitar 130 ribu hektare lahan korporasi.
Sumber: Olahan berita penyitaan Satgas PKH (subjek korporasi)
Satgas PKH dibentuk lewat Perpres 5/2025 pada Januari 2025. Ketua pengarahnya Menteri Pertahanan. Wakilnya Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Kapolri.
Sumber: Project Multatuli; Suara.com; Jaring.id
Tiga pekan kemudian, 12 Februari 2025, Panglima TNI dan Menteri Kehutanan meneken MoU: TNI ikut menegakkan hukum kehutanan.
Sumber: Independen.id; Jaring.id
Di lapangan, penyitaan dipimpin jenderal: Kasum TNI, Dansatgas Garuda, Dansatgas Halilintar.
Sumber: Olahan berita penyitaan Satgas PKH
Urutannya terbalik. Pada 10 Maret 2025, Kejaksaan mengumumkan penyerahan lahan sawit Duta Palma ke PT Agrinas Palma Nusantara.
Aturan yang menjadi dasar pelimpahan itu, PP 45/2025, baru terbit 19 September 2025, lebih dari enam bulan kemudian.
Sumber: Project Multatuli; Suara.com; Independen.id; Jaring.id
PP itu juga memberi Satgas wewenang memverifikasi ulang izin yang sedang berjalan, termasuk yang sudah selesai diproses.
Sumber: PP 45/2025 Pasal II ayat 1 (Jaring.id)
Dari 5,9 juta hektare, 4,12 juta hektare, sekitar 70 persen, diserahkan ke satu perusahaan: PT Agrinas Palma Nusantara, BUMN sawit dan biodiesel.
Sumber: Project Multatuli; Jaring.id; Suara.com; Independen.id
Penyerahannya dilakukan dalam tujuh tahap. Agrinas lalu membuka kerja sama operasi (KSO) dengan pihak swasta, dengan bagi hasil 20 sampai 45 persen.
Sumber: Jaring.id; Independen.id
Studi kasus: PT Agro Bukit. Di daftar Menteri Kehutanan, seluruh 8.753 hektare kebunnya berstatus berproses, sudah di tahap terakhir: Penetapan Areal Pelepasan.
Satgas tetap menyitanya pada 7 Maret 2025: 3.798 hektare, salah satu sitaan paling awal.
Sumber: Kepmenhut 36/2025 (SK36-010); Kaltengdaily, 7 Maret 2025
Polanya tidak seragam. Di kasus lain, yang disita persis bagian yang ditolak: Katingan Indah Utama 2.767 hektare, Tunggal Perkasa Plantations 574 hektare.
Sumber: Kepmenhut 36/2025 (SK36-177 sampai 180, SK36-419); berita penyitaan Satgas PKH
Sementara itu, target rehabilitasi lahan kritis nasional adalah 12,7 juta hektare untuk FOLU Net Sink 2030.
Sumber: Auriga Nusantara; Project Multatuli; Jaring.id
Taman Nasional Tesso Nilo, Riau: 81.793 hektare di atas kertas. Rumah gajah sumatra.
Sumber: SK Menhut 6588/Menhut-VII/KUH/2014; Independen.id
Menurut Jaksa Agung, hutannya tinggal 12.561 hektare. Sisanya, hampir 85 persen, bukan hutan lagi.
Sumber: Jaksa Agung ST Burhanuddin, konferensi pers (Independen.id)
Juni 2025, Satgas PKH masuk. Di lapangan berdiri Posko Komando Taktis (Poskotis), dijaga tentara bersenjata.
Sumber: Independen.id; Project Multatuli; Jaring.id
Yang benar-benar dipulihkan sejauh ini: 511 hektare, dalam empat blok, dengan anggaran Rp7,5 miliar.
Itu kurang dari 1 persen lahan yang sudah bukan hutan.
Sumber: Dokumen yang diperoleh IndonesiaLeaks (Independen.id)
Di Desa Bagan Limau, 2.700 hektare kebun warga diklaim masuk taman nasional.
Sumber: Independen.id (IndonesiaLeaks)
Warga dijanjikan lahan pengganti 632 hektare di tiga kabupaten. Yang akhirnya bisa ditempati: 297 hektare.
Sumber: Independen.id (IndonesiaLeaks): 200 ha di Baturijal Barat, 97 ha di Pangkalan Gondai
20 Desember 2025. Empat hektare kebun warga dipilih untuk seremoni penumbangan perdana, disaksikan pejabat dari Jakarta.
Sumber: Independen.id; Project Multatuli
Di balik angka itu ada orang. Misdar Manik, guru honorer yang suaminya ditahan setelah peristiwa Poskotis. Syarifudin, kepala desa yang kini ditagih warganya.
Sumber: Independen.id; Project Multatuli
Sementara itu, dua pengusaha yang menguasai lebih dari 400 hektare kebun sawit di dalam taman nasional tidak ditahan setelah menyerahkan lahannya kepada Satgas. Perusahaan yang terafiliasi dengan salah satunya disebut kini menjadi mitra KSO Agrinas di Riau.
Sumber: Independen.id; Project Multatuli
Mundur dari empat hektare itu. Seluruh Taman Nasional Tesso Nilo, 81.793 hektare, hanya 82 kotak di antara 5.880 kotak klaim Satgas.
Sumber: SK Menhut 6588/Menhut-VII/KUH/2014; Project Multatuli
Jadi, ini pemulihan hutan, atau pengalihan lahan?
Kertas mencatat hektare. Ini yang tidak tercatat.
Hutan tidak kembali. Lahannya pindah.
70%
Bagian dari 5,88 juta hektare yang diklaim Satgas PKH hingga 13 Mei 2026 yang diserahkan ke PT Agrinas Palma Nusantara: 4,12 juta hektare.
Sumber: Satgas PKH, dihimpun dalam liputan serial ini
Daftar SK, setiap sitaan yang tercatat, dan pencocokan keduanya bisa dicari, disaring, dan diunduh.
Cari perusahaan